Kamis, 11 April 2013

Pertemuan 7 Jaringan Komputer


  • Proses subneting yaitu dengan mengalokasikan sejumlah bit host untuk dijadikan subnet, dengan kata lain mengorbankan bit host.
  • Bit nol semua dan bit satu semua tidak dapat dijadikan network.
  • Kombinasi bit binner :





  • DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) artinnya, yaitu protokol yang dapat mengalokasikan / mensetting alamat IP secara dinamis.
Vlans mempunyai 3 standart, yaitu :

1.       IEEE 802.3 => Ethernet
ü  Ethernet : 10 Mbps

ü  Fast Ethernet : 100 Mbps

ü  Gethernet : 1000Mbps

2.       IEEE 802.11 => W-LAN
                ü  IEEE 802.11b kecepatannya max 11 Mbps
                ü  IEEE 802.11g kecepatannya max 54 Mbps
                ü  IEEE 802.11n kecepatannya max 74 Mbps ~ 150 Mbps
3.       IEEE 802.16 => W-MAN ( WIMAX )

Jumat, 05 April 2013

VLAN


Berikut cara membuat vlan seperti di bawah ini :



Perangkat yang di butuhkan :

  • 5 Switch
  • 3 Hub
  • 12 PC/Komputer
  • Kabel Cross dan Straight
Langkah-langkah :

1.     ====================================
keanggotaan port pada vlan yg sesuai
===================================
#config term
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport access VLan 10
(config)#int fa0/2
(conf-if)#switchport access VLan 20
ctrl+z
write
2.     uji koneksi ping ke pc yg vlan sama

========================================
Menghubungkan vlan antar switch
========================================
cara-1 : dengan tarik kabel

tiap2 port yg menghubungkan
#config term
switch1
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport mode trunk
switch2
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport mode trunk
ctrl+z
write
3.     ip vlan
==============================
switch1
-------
int vlan 1
ip addresss 192.168.1.1
no shutdown
====================
remote with password
===================
config-#enable secret pass
config-#line vty 0 4
config-#password pass
config-#login
4.     router gateway
========================
1.trunk pada switch

pada router
#int fa0/0.1  (Vlan1)
config-subif# encapsulation dot1Q 10
config-subif# ip address 192.168.1.254 255.255.255.0

#int fa0/0.2 (Vlan10)
config-subif# encapsulation dot1Q 20
config-subif# ip address 192.168.10.254 255.255.255.0

-- mengaftikan
int fa0/0
no shutdown

langkah selanjutnya adalah
Berikan gateway pada masinag-masing Vlan

Kamis, 04 April 2013

IP Address

IP addres adalah singkatan dari Internet Protocol Address, yaitu suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat, misalnya komputer atau printer, yang terdapat di dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan Internet Protocol sebagai sarana komunikasi .

IP address memiliki 2 fungsi :

  1. Sebagai alat identifikasi host atau antarmuka jaringan
  2. Sebagai alamat lokasi jaringan .
IP address menggunakan bilangan 32 bit . Sisitem ini dekenal dengan nama Internet Protocol  version 4 atau IPv4 dan masih digunakan hingga sekarang Tingginya tingkat pertumbuhan jumlah dan kapasitas jaringan internet menyebablan dibutuhkan sistem alamat yang mampu mengidentifikasi lebih banyak anggota jaringan, sistem pengalamatan yang baru diperkenalkan pada tahun 1995 yang disebut Internet Protocol Versi 6 (IPv6)

IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
Penulisan IP address dalam bentukdotted decimal adalah:
                               X.X.X.X
Contoh: 202.155.19.57 

Karena sebuah blok terdiri atas 8 bit, secara desimal nilai X = 0 – 255.

IP Address terbagi atas 5 kelas : A,B,C,D,E

IP Address kelas A,B,C : Untuk pengamatan IP publik

IP Address kelas D : Untuk pengalamatan multicast

IP Address kelas E : Dicadangkan untuk pemakain masa yang akan datang

Pembagian kelas-kelas pada IP Address didasarkan pada dua hal, yaitu network ID dan Host ID
Network ID : Bagian dari IP Address yang menujukkan di jaringan mana komputer tersebut berada .
Host ID : Menujukkan workstation, server, router dan semua host TCP/IP .

3 kategori pengalamatan IP :
  • Classfull Addressing (conventional) : Pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
  • Subnetted Classfull addressing :  Pengalamatan dengan subnetting.
  • Classless addressing : CIDR
Subnetting 
Subnetting adalah proses membagi sebuah network menjadi beberapa subnetwork. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan lokal yang menggunakan alamat kelas B 172.16.0.0 terdapat 65.534 host address. Efisiensi pengelolaan jaringan dapat ditingkatkan dengan cara melakukan subnetting terhadap network tersebut.

Komponen Internet Layer


1. Routing Protokol :
  • Path Selection : Untuk menyeleksi jalur yang akan dilewati suatu paket
  • Macam-Macam Routing Open Protokol : 
                        RIP 
                        OSPF
                        BGP
2. ICMP 
  • ICMP digunakan oleh host, router gateaway untuk mengirimkan pesan kesalahan
  • Tugas ICMP adalah mendukung sepenuhnya tugas protokol IP
  • ICMP tidak menggunakan nomor port seperti TCP dan UDP
Dalam ICMP terdapat 2 kelas yaitu :
  1. Pesan Kesalahan : Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengirim apabila terjadi kesalahan (error)
  2. Pesan Informasi : Digunakan oleh divais untuk bertukar informasi, untuk melakukan pengujian
Contoh ICMP :
Program PING mengirimkan ICMP type 8(echo request). Host tujuan akan membalas dengan menggunakan ICMP type 0 (echo reply).
Program Traceroute mengirimkan IP datadiagram dengan TTL 1,2,3,dst. Host tujuannya membalas dengan ICMP type 11 (TTL).

ARP 
ARP -> Address Resolution Protocol.
  •  Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP tertentu.
  • Ketika suatu IP paket akan dikirim, maka paket tersebut diteruskan ke layer dibawahnya (Data Link), yang akan memberikan alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.
TCP  : 
  • Transmisinya dicontrol 
  • Banyak yang perlu dicheck
  • Connetion oriented,slow data transport
UCP :
  • tidak dicontrol
  • Hanya mengecek alamat ip dan tujuannya
  • Connection loss, fast data transport.
3. IP Protocol
  • Datagram
  1. Packet pesan pada Internet Layer disebut juga sebagai Datagram.
  2. IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masingmasing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
  3. IP Datagram bergerak melintas network switching dari satu node (router) ke node berikutnya berdasarkan pemilihan jalur tertentu.
  • Fragmentasi IP Diagram
  1.  Peralatan memiliki maximum transfer unit (MTU), sehingga packet data yang dilewatkan pada stop router akan dipotong-potong sesuai ukuran MTU. 
  • IP Diagram Reassembly
  1. Karena adanya proses fregmentasi, maka pada sisi penerima dibutuhkan juga adanya proses reassembly