Keamanan Jaringan saat ini menjadi isu yang sangat penting dan terus berkembang. Perkembangan teknologi komputer, selain menimbulkan manfaat juga memiliki sisi buruk. Salah satunya adalah serangan terhadap sistem komputer yang terhubung ke internet. Akibat dari serangan banyak sistem komputer atau jaringan yang terganggu bahkan menjadi rusak. Untuk menanggulangi hal tersebut dipelukan sistem keamanan yang dapat menanggulangi dan mencegah kegiatan-kegiatan yang mungkin menyerang sistem jaringan kita.
Keamanan jaringan adalah perlindungan terhadap semua rsource jaringan terhadap pengguna yang tidak berwenang. Yang menjadi objek keamanan adalah sistem pemrosesan data (komputer) dan fasilitas komunikasi, Seperti :
1. Database
2. Application Web
3. Application Desktop
Sebuah komentar telah dikatakan sebagai suatu sistem yang aman jika telah memenuhi beberapa syarat tertentu untuk mencapai suatu ujuan keamanan. Secara garis besar persyaratan keamanan adalah sebagai berikut :
1. Kerahasiaan (Confidentially)
Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan suatu sistem yang aman jika suatu data atau informasi hanya dapat dibaca oleh pihak yang telah diberi hak atau wewenang secara legal.
2. Keutuhan (Integrity)
Integrity berhubungan dengan hak akses untuk mengubah data tau informasi dari suatu sistem komputer.Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang telah diberi pihak
3. Autentikasi
Memberi identitas seseorang / origanator suatu data
4. Non - Repudiation
Non - Repudiation adalah layanan yang mencegah sebagian atau salah satu pihak menyangkal komitmen atau tindakan yang dilakukan sebelumnya
5. Ketersediaan
Avaibility berhubungan dengan ktersediaan data atau informasi pada saat yang dibutuhkan. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi yang terdapat pada sistem
komputer dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang berhak
6. Kendali akses
Pengguna yang tidak berkepentingan tidak diijinkan mengakses atau dibatasi
7. Kombinasi beberapa persyaratan
Autentikasi pengguna digunakan untuk keperluan kendali akses atau non-repudiation dikombinasikan dengan autentikasi
Terdapat 2 bentuk ancaman :
1. Ancaman Aktif
2. Ancaman Pasif
Jumat, 21 Juni 2013
Rabu, 12 Juni 2013
Pengelolaan IP Address
VLSM
(Variable Length Subnet Masking)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subnetting conventional yang dianggap masih memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut adalah dalam subnetting conventional masih banyaknya jumlah alamat yang terbuang. Proses subnetting conventional selalu memiliki jumlah host yang sama di tiap sub jaringannya, sehingga besar kemungkinan di dalam sub jaringan / segmen-segmen jaringan tersebut memiliki alamat-alamat yang tidak digunakan atau membutuhkan lebih banyak alamat.
berikut perbedaan subnetting conventional dan VLSM
pada VLSM banyak host per sub jaringan dapat di atur sehingga proses pengalamatan ip pun lebih efisien.
Subnetting digunakan untuk :
· Pengaturan traffic
· menambah jumlah jaringan
· Subnett pertama dan terakhir tidak bisa digunakan sebagai IP ADDRESS (cth : jika ada 3 bit subnet, maka subnet 000 dan 111 tidak bisa digunakan sebagai IP ADDRESS)
Sabtu, 08 Juni 2013
Access List
Access list adalah pengelompokan paket berdasarkan kategori. Access list bisa sangat membantu ketika membutuhkan pengontrolan dalam lalu lintas network. access list menjadi tool pilihan untuk pengambilan keputusan pada situasi ini .
Jenis Access List
Jenis Access List
1. Standart :
Standard ACL hanya menggunakan alamat sumber IP di dalam paket IP sebagai kondisi yang ditest. Semua keputusan dibuat berdasarkan alamat IP sumber. Ini artinya, standard ACL pada dasarnya melewatkan atau menolak seluruh paket protocol. ACL ini tidak membedakan tipe dari lalu lintas IP seperti WWW, telnet, UDP, DSP.
2. Extended :
Extended ACL bisa mengevalusai banyak field lain pada header layer 3 dan layer 4 pada paket IP. ACL ini bisa mengevaluasi alamat IP sumber dan tujuan, field protocol pada header network layer dan nomor port pada header transport layer. Ini memberikan extended ACL kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan lebih spesifik ketika mengontrol lalu lintas.
Jenis Lalu Lintas ACL
1. Inbound ACL :
Ketika sebauah ACL diterapkan pada paket inbound di sebuah interface, paket tersebut diproses melalui ACL sebelum di-route ke outbound interface. Setiap paket yang ditolak tidak bisa di-route karena paket ini diabaikan sebelum proses routing diabaikan.
2. Outbond ACL :
Ketika sebuah ACL diterapkan pada paket outbound pada sebuah interface, paket tersebut di-route ke outbound interface dan diproses melalui ACL malalui antrian
Contoh Gambar WildCard Bits
![]() |
WildCard Bits![]() WildCard Mask |
Enabling RIP
Routing Information Protocol (RIP) : Protokol sederhanan, dan tidak disarankan, karena Administratative Distancenya lebih besar. AD yang lebih diutamakan adalah terkecil
Daftar AD Router Default AD
===================================
Connected Interface 0
Static Route 1
EIGRP 90
IGRP 100
OSPF 110
RIP 120
External EIGRP 170
Unknown 255
===================================
RIP memilih jalur yang besar :
1. Maximal 6 jalur , Default = 4
2. Maximal Metric = 30
Router akan update setiap 30, jika belum 30 detik sudah minta update maka harus dilakukan holddown.
Poisoning, HoldDown, Split Horizon :
a. Route poisoning adalah suatu cara yang dilakukan suatu router untuk menginformasikan pada router tetangga bahwa jalur yang terputus memiliki 16 hop atau diartikan sebagai unreachable.
b. Holddowns merupakan waktu yang diberikan pada router sebelum memutuskan jalur tersebut benar-benar mengalami masalah. Biasa terdapat kasus dimana sebuah jalur mengalami gangguan yang bersifat sementara. Dengan pemanfaatan waktu ini masing-masing router akan mendapat waktu tunggu sebelum merubah routing table.
c. Split horizon Cara ini dilakukan dengan memblok informasi routing yang diperoleh dari suatu interface dikirim kembali ke interface tersebut. Misalnya pada kasus di atas apabila router A mendapat informasi jalur DF dari router B, maka router A tidak akan mengirimkan kembali informasi jalur DF ke router B.
Pemahaman Routing
Router : sebuah device yang digunakan untuk meneruskan paket ke satu jaringan-jaringan yang lain dan menentukan jalur yang optimal untuk meneruskan lalu lintas network
Routing : Proses swtiching (Router Function) yaitu perpindahan informasi anatar network. Kemudian routing adalah sebgai penentu jalur network .
Swicthing di layer 2 tidak sama dengan switching pada router, Switching pada layer 2 digunakan untuk foward frame, sedangkan Switching pada router digunakan untuk foward packet. Dan Swtiching Network berbeda dengan
Switch device .
Router juga mempunyai fungsi sebagai penghubungan 2 teknologi berbeda, seperti menghbungkan ethernet dan Frame Relay, apabila suatu device tidak bisa menghubungkan 2 teknologi berbeda, maka device tidak bisa disebut dengan Router .
Table routing berfungsi sebagai keluarnya interface, table routing terdapat di database routing .
Penggunaan Router :
1. LAN - LAN Connectivity :
Contohnya : a. LAN pada Lab A connect dengan LAN Lab B
b.LAN pada kota surabaya connect dengan LAN Banjarmasin
2. LAN - WAN Connectivity :
Contohnya : LAN STIKOM connect Internet
3. Remote Access :
a. Host Remote Access : Hanya ada 1 host yang di remote
b. Remote Access Area : Hanya ada 1 Network.
Encapsulate dan De-Encapsulate Router
Encapsulate berfungsi untuk menambahkan header sebelum diberikan ke layer berikutnya. Diawali dari layer paling atas. Dibawah ini gambar proses Encapsulate dan De-Encapsulate :
Tujuan Routing :
1. Optimality
Memilih router terbaik berdasarkan metric dan bobot metric yang di kalkulasi
2. Simplycity and Low Overhead
Mengefisienkan routing, dengan cara atau overhead yang minimun tapi mencakup semua fungsi.
3. Robustness and Stability
Mengoreksi pertama, bisa mengatasi problem tanpa menggagu proses yang lain
4. Raped Convergence
Cepat untuk menentukan dan mengoptimalkan router.
5. Flexibility
Cepat dan akurat dalam beradaptasi dalam perubahan pada router, jika ada perubahan maka akan cepat mengikuti perubahan .
Routing Metrics :
1. Path Length : Panjang Jalur
2. Reliability : Mampu menangani gangbiguan bit error rate setiap rate network link
3. Delay : Terjadi karena bandwitch, antrian. Bandwitch : Lebar jalur dari 200-20 .
4. Communication Cost : Perubahan private ke public
5. Bandwitch and Load .
Routed Versus Routing Protocol
- Routed : Network Protocol, digunakan antar router ke user
- Routing : Protocol itu sendiri, digunakan antara router untuk maintenance routing table
Penggunaan Router :
1. LAN - LAN Connectivity :
Contohnya : a. LAN pada Lab A connect dengan LAN Lab B
b.LAN pada kota surabaya connect dengan LAN Banjarmasin
2. LAN - WAN Connectivity :
Contohnya : LAN STIKOM connect Internet
3. Remote Access :
a. Host Remote Access : Hanya ada 1 host yang di remote
b. Remote Access Area : Hanya ada 1 Network.
Encapsulate dan De-Encapsulate Router
Encapsulate berfungsi untuk menambahkan header sebelum diberikan ke layer berikutnya. Diawali dari layer paling atas. Dibawah ini gambar proses Encapsulate dan De-Encapsulate :
Tujuan Routing :
1. Optimality
Memilih router terbaik berdasarkan metric dan bobot metric yang di kalkulasi
2. Simplycity and Low Overhead
Mengefisienkan routing, dengan cara atau overhead yang minimun tapi mencakup semua fungsi.
3. Robustness and Stability
Mengoreksi pertama, bisa mengatasi problem tanpa menggagu proses yang lain
4. Raped Convergence
Cepat untuk menentukan dan mengoptimalkan router.
5. Flexibility
Cepat dan akurat dalam beradaptasi dalam perubahan pada router, jika ada perubahan maka akan cepat mengikuti perubahan .
Routing Metrics :
1. Path Length : Panjang Jalur
2. Reliability : Mampu menangani gangbiguan bit error rate setiap rate network link
3. Delay : Terjadi karena bandwitch, antrian. Bandwitch : Lebar jalur dari 200-20 .
4. Communication Cost : Perubahan private ke public
5. Bandwitch and Load .
Routed Versus Routing Protocol
- Routed : Network Protocol, digunakan antar router ke user
- Routing : Protocol itu sendiri, digunakan antara router untuk maintenance routing table
Kamis, 11 April 2013
Pertemuan 7 Jaringan Komputer
- Proses subneting yaitu dengan
mengalokasikan sejumlah bit host untuk dijadikan subnet, dengan kata lain
mengorbankan bit host.
- Bit nol semua dan bit satu
semua tidak dapat dijadikan network.
- Kombinasi bit binner :
- DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) artinnya, yaitu protokol yang dapat
mengalokasikan / mensetting alamat IP secara dinamis.
Vlans
mempunyai 3 standart, yaitu :
1. IEEE 802.3 =>
Ethernet
ü Ethernet
: 10 Mbps
ü Fast
Ethernet : 100 Mbps
ü Gethernet
: 1000Mbps
2. IEEE 802.11 =>
W-LAN
ü IEEE
802.11b kecepatannya max 11 Mbps
ü IEEE
802.11g kecepatannya max 54 Mbps
ü IEEE
802.11n kecepatannya max 74 Mbps ~ 150 Mbps
3. IEEE 802.16 =>
W-MAN ( WIMAX )
Jumat, 05 April 2013
VLAN
Berikut cara membuat
vlan seperti di bawah ini :
Perangkat yang di butuhkan :
- 5 Switch
- 3 Hub
- 12 PC/Komputer
- Kabel Cross dan Straight
Langkah-langkah :
1.
====================================
keanggotaan port pada vlan yg sesuai
===================================
#config term
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport access VLan 10
(config)#int fa0/2
(conf-if)#switchport access VLan 20
ctrl+z
write
keanggotaan port pada vlan yg sesuai
===================================
#config term
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport access VLan 10
(config)#int fa0/2
(conf-if)#switchport access VLan 20
ctrl+z
write
2.
uji
koneksi ping ke pc yg vlan sama
========================================
Menghubungkan vlan antar switch
========================================
cara-1 : dengan tarik kabel
tiap2 port yg menghubungkan
#config term
switch1
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport mode trunk
switch2
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport mode trunk
ctrl+z
write
========================================
Menghubungkan vlan antar switch
========================================
cara-1 : dengan tarik kabel
tiap2 port yg menghubungkan
#config term
switch1
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport mode trunk
switch2
(config)#int fa0/1
(conf-if)#switchport mode trunk
ctrl+z
write
3.
ip
vlan
==============================
switch1
-------
int vlan 1
ip addresss 192.168.1.1
no shutdown
====================
remote with password
===================
config-#enable secret pass
config-#line vty 0 4
config-#password pass
config-#login
==============================
switch1
-------
int vlan 1
ip addresss 192.168.1.1
no shutdown
====================
remote with password
===================
config-#enable secret pass
config-#line vty 0 4
config-#password pass
config-#login
4.
router
gateway
========================
1.trunk pada switch
pada router
#int fa0/0.1 (Vlan1)
config-subif# encapsulation dot1Q 10
config-subif# ip address 192.168.1.254 255.255.255.0
#int fa0/0.2 (Vlan10)
config-subif# encapsulation dot1Q 20
config-subif# ip address 192.168.10.254 255.255.255.0
-- mengaftikan
int fa0/0
no shutdown
langkah selanjutnya adalah
Berikan gateway pada masinag-masing Vlan
========================
1.trunk pada switch
pada router
#int fa0/0.1 (Vlan1)
config-subif# encapsulation dot1Q 10
config-subif# ip address 192.168.1.254 255.255.255.0
#int fa0/0.2 (Vlan10)
config-subif# encapsulation dot1Q 20
config-subif# ip address 192.168.10.254 255.255.255.0
-- mengaftikan
int fa0/0
no shutdown
langkah selanjutnya adalah
Berikan gateway pada masinag-masing Vlan
Kamis, 04 April 2013
IP Address
IP addres adalah singkatan dari Internet Protocol Address, yaitu suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat, misalnya komputer atau printer, yang terdapat di dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan Internet Protocol sebagai sarana komunikasi .
IP address memiliki 2 fungsi :
IP address memiliki 2 fungsi :
- Sebagai alat identifikasi host atau antarmuka jaringan
- Sebagai alamat lokasi jaringan .
IP address menggunakan bilangan 32 bit . Sisitem ini dekenal dengan nama Internet Protocol version 4 atau IPv4 dan masih digunakan hingga sekarang Tingginya tingkat pertumbuhan jumlah dan kapasitas jaringan internet menyebablan dibutuhkan sistem alamat yang mampu mengidentifikasi lebih banyak anggota jaringan, sistem pengalamatan yang baru diperkenalkan pada tahun 1995 yang disebut Internet Protocol Versi 6 (IPv6)
IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
Penulisan IP address dalam bentukdotted decimal adalah:
X.X.X.X
Contoh: 202.155.19.57
Karena sebuah blok terdiri atas 8 bit, secara desimal nilai X = 0 – 255.
IP Address terbagi atas 5 kelas : A,B,C,D,E
IP Address kelas A,B,C : Untuk pengamatan IP publik
IP Address kelas D : Untuk pengalamatan multicast
IP Address kelas E : Dicadangkan untuk pemakain masa yang akan datang
Pembagian kelas-kelas pada IP Address didasarkan pada dua hal, yaitu network ID dan Host ID
Network ID : Bagian dari IP Address yang menujukkan di jaringan mana komputer tersebut berada .
Host ID : Menujukkan workstation, server, router dan semua host TCP/IP .
3 kategori pengalamatan IP :
- Classfull Addressing (conventional) : Pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
- Subnetted Classfull addressing : Pengalamatan dengan subnetting.
- Classless addressing : CIDR
Subnetting
Subnetting adalah proses membagi sebuah network menjadi beberapa subnetwork. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan lokal yang menggunakan alamat kelas B 172.16.0.0 terdapat 65.534 host address. Efisiensi pengelolaan jaringan dapat ditingkatkan dengan cara melakukan subnetting terhadap network tersebut.
Komponen Internet Layer
1. Routing Protokol :
- Path Selection : Untuk menyeleksi jalur yang akan dilewati suatu paket
- Macam-Macam Routing Open Protokol :
RIP
OSPF
BGP
2. ICMP
- ICMP digunakan oleh host, router gateaway untuk mengirimkan pesan kesalahan
- Tugas ICMP adalah mendukung sepenuhnya tugas protokol IP
- ICMP tidak menggunakan nomor port seperti TCP dan UDP
Dalam ICMP terdapat 2 kelas yaitu :
- Pesan Kesalahan : Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengirim apabila terjadi kesalahan (error)
- Pesan Informasi : Digunakan oleh divais untuk bertukar informasi, untuk melakukan pengujian
Contoh ICMP :
Program PING mengirimkan ICMP type 8(echo request). Host tujuan akan membalas dengan menggunakan ICMP type 0 (echo reply).
Program Traceroute mengirimkan IP datadiagram dengan TTL 1,2,3,dst. Host tujuannya membalas dengan ICMP type 11 (TTL).
ARP
ARP -> Address Resolution Protocol.
- Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP tertentu.
- Ketika suatu IP paket akan dikirim, maka paket tersebut diteruskan ke layer dibawahnya (Data Link), yang akan memberikan alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.
TCP :
- Transmisinya dicontrol
- Banyak yang perlu dicheck
- Connetion oriented,slow data transport
UCP :
- tidak dicontrol
- Hanya mengecek alamat ip dan tujuannya
- Connection loss, fast data transport.
3. IP Protocol
- Datagram
- Packet pesan pada Internet Layer disebut juga sebagai Datagram.
- IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masingmasing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
- IP Datagram bergerak melintas network switching dari satu node (router) ke node berikutnya berdasarkan pemilihan jalur tertentu.
- Fragmentasi IP Diagram
- Peralatan memiliki maximum transfer unit (MTU), sehingga packet data yang dilewatkan pada stop router akan dipotong-potong sesuai ukuran MTU.
- IP Diagram Reassembly
- Karena adanya proses fregmentasi, maka pada sisi penerima dibutuhkan juga adanya proses reassembly
Sabtu, 30 Maret 2013
Pertemuan 3 - Configuring Catalst Switch
Switch mempunyai 3 jenis yaitu :
- Switch yang bisa dikelola, diprogram dan
- Switch yg tidak bisa dikelola
- Switch berjalan pada layer 2.
Ada 2 jenis switch yang dipakai yaitu catalyst 1900 dan 2950
berikut ini ada beberapa sintaks yang digunakan pada switch 1900 dan 2950 :
berikut ini ada beberapa sintaks yang digunakan pada switch 1900 dan 2950 :
- untuk melihat ip address
- Catalyst 1900 : wg_sw_1900#show ip
- Catalyst 2950 : wg_sw_2950#show interface vlan 1
- setting duplex
- catalyst 1900 :
- wg_sw_1900(config)#interface fe 0/1
- wg_sw_1900(config)#duplex { auto | full | full-flow-control-flow}
- catalyst 2950 :
- wg_sw_2950(config)#interface fa 0/1
- wg_sw_2950(config-if)#duplex { auto | full | half }
- untuk menampilkan Mac Address
- catalyst 1900
- wg_sw_1900#show mac-address-table.
- catalyst 2950
- wg_sw_2950#show mac-address-table
- setting permanent mac address
- catalyst 1900
- wg_sw_1900(config)#mac-address-table-permanent.
- managing the configuration file
- catalyst 1900
- wg_sw_1900#copy tftp://host/src_file nvram
- catalyst 2950
- wg_sw_2950#copy startup-config tftp://host/dst-file
- clearing nvram
- catalyst 1900
- wg_sw_1900#delete nvram
- catalyst 2950
- wg_sw_2950#erase startup-config
Minggu, 10 Maret 2013
Pengenalan Perangkat Jaringan .
Router adalah sebuah alat jaringan
komputer yang mengirimkan paket data melalui
sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui
sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan
jaringanseperti Internet Protocol) dari stack
protokol tujuh-lapis OSI.

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Secara
umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
·
static router (router statis):
adalah sebuah router yang memiliki
tabel routingstatis yang diset secara manual oleh para
administrator jaringan.
·
dynamic router (router dinamis):
adalah sebuah router yang memiliki dab membuat
tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas
jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
Cara
Kerja:
·
Router bekerja dengan
cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan
penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan
menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi
jaringan secara logical bukan fisikal.
·
Router dapat memilih
jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.), bila
memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke
tempat tujuan terputus karena sesuatu hal.
·
Router bekerja pada
lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat digunakan
sembarangan.
·
Router umumnya paling
tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP
( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki
fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa
computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet .
Kekurangan Router
Tergantung pada
protokol. Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu
meneruskan trafik yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan.
Biaya. Router umumnya
lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router
lebih besar sehingga throughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripada
bridge.
Pengalokasian alamat.
Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN
yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat jaringan pada sistem itu.
Sistem tak terjangkau.
Penggunaan routing table statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau
oleh sistem lain.
Hub
Suatu perangkat yang
memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga
membentuk suatu jaringan pada topologi star.

Cara
Kerja:
·
Ketika sebuah paket
tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub.
Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke
hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.
·
Hub dengan spesifikasi
10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya
satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang
tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut,
maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja
jaringan .
Switch
·
Switch bentuknya
hampir sama dengan hub.
·
Switch atau lebih
dikenal dengan istilah LAN Switch merupakan perluasan dari konsep bridge.

Cara
Kerja:
·
Ada dua arsitektur
dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward.
·
Switch cut trough
memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch
hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.
Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through.
Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke
tujuan dan untuk meneriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan
switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak
mengganggu jaringan.
Switch dengan spesifikasi
10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi
berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki
bandwidth penuhMinggu, 03 Maret 2013
Pengantar Jaringan Komputer
Sebelum membahas lebih dalam, kita harus mengerti dahulu apa itu jaringan
komputer ?
- Jaringan Komputer : Sekelompok komputer otonom yang dihubungkan satu dengan lainnya dengan menggunakan protokol komunikasi melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi komunikasi sehingga dapat saling berbagi data- informasi, program-program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, hard disk, dan sebagainya .
- Tujuan Dibangun jaringan komputer adalah untuk membawa data informasi dari sisi pengiri menuju penerima secara tepat dan cepat tanpa adanya kesalahan melalui media transmisi atau media komnukasi tertentu
- Manfaat Jaringan :
- Berbagi pakai peralatan dan sumber daya
- Integritas data
- Komunikasi
- Distributed processing
- Keteraturan aliran informasi
- Keamanan data
- Koneksitas berbagai jenis dan merek komputer
- 4 Elemen Jaringan Komputer :
- Hubungan : Jika berbicara, berarti terdapat banyak obyek yang saling bersambungan. Dalam jaringan, sekelompok komputer dihubungkan dengan beberapa media :
- Hubungan Point to Point :
- Hubungan MultiPoint :
- Media Komunikasi :
- Guided Media (Cable) : Data mengikuti cable kemana kabel bergerak
- Cooper (Tembaga)
- Coaxial : Kabel Tembaga yang diselimuti oleh beberapa pelindung (Luar, Anyaman Tembaga dan Isolator Pelasting), dimana pelindung-pelindung tersebut memiliki fungsi sebagai berikut :
- Pelindung Luar adalah bagian dari pelindung yang keras. Pelindung luar ini digunakan untuk melindungi kabel coaxial dari benturan fisik yang keras dan juga untuk melindungi dari gangguan hewan-hewan pengerat seperti tikus .
- Pelindung berupa anyaman serat tembaga untuk melindungi kabel dari EMI (ElecroMagnetic Interfe) yang dihasilkan oleh kabel-kabel yang berada di sekitarnya, sehingga dapat menghasilkan kecepatan transmisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kabel twisted-pair (yang sangat rentan terhadap interfensi dari luar) kabel
- Isolator Plastik : untuk membantu mefilter sinyal-sinyal interfensi dari luar kabel sehingga inti kabel dapat dibuat bebas dari sinyal inteferensi dari luar .
- Twisted Pair : Merupakan kabel yang terdiri dari kabel yang saling melilit dengan warna yang berbeda. Kabel Twisted Pair ini terdiri dari 2 Jenis yaitu : Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded Twsited Pair (UTP)
Langganan:
Postingan (Atom)

