Routing : Proses swtiching (Router Function) yaitu perpindahan informasi anatar network. Kemudian routing adalah sebgai penentu jalur network .
Swicthing di layer 2 tidak sama dengan switching pada router, Switching pada layer 2 digunakan untuk foward frame, sedangkan Switching pada router digunakan untuk foward packet. Dan Swtiching Network berbeda dengan
Switch device .
Router juga mempunyai fungsi sebagai penghubungan 2 teknologi berbeda, seperti menghbungkan ethernet dan Frame Relay, apabila suatu device tidak bisa menghubungkan 2 teknologi berbeda, maka device tidak bisa disebut dengan Router .
Table routing berfungsi sebagai keluarnya interface, table routing terdapat di database routing .
Penggunaan Router :
1. LAN - LAN Connectivity :
Contohnya : a. LAN pada Lab A connect dengan LAN Lab B
b.LAN pada kota surabaya connect dengan LAN Banjarmasin
2. LAN - WAN Connectivity :
Contohnya : LAN STIKOM connect Internet
3. Remote Access :
a. Host Remote Access : Hanya ada 1 host yang di remote
b. Remote Access Area : Hanya ada 1 Network.
Encapsulate dan De-Encapsulate Router
Encapsulate berfungsi untuk menambahkan header sebelum diberikan ke layer berikutnya. Diawali dari layer paling atas. Dibawah ini gambar proses Encapsulate dan De-Encapsulate :
Tujuan Routing :
1. Optimality
Memilih router terbaik berdasarkan metric dan bobot metric yang di kalkulasi
2. Simplycity and Low Overhead
Mengefisienkan routing, dengan cara atau overhead yang minimun tapi mencakup semua fungsi.
3. Robustness and Stability
Mengoreksi pertama, bisa mengatasi problem tanpa menggagu proses yang lain
4. Raped Convergence
Cepat untuk menentukan dan mengoptimalkan router.
5. Flexibility
Cepat dan akurat dalam beradaptasi dalam perubahan pada router, jika ada perubahan maka akan cepat mengikuti perubahan .
Routing Metrics :
1. Path Length : Panjang Jalur
2. Reliability : Mampu menangani gangbiguan bit error rate setiap rate network link
3. Delay : Terjadi karena bandwitch, antrian. Bandwitch : Lebar jalur dari 200-20 .
4. Communication Cost : Perubahan private ke public
5. Bandwitch and Load .
Routed Versus Routing Protocol
- Routed : Network Protocol, digunakan antar router ke user
- Routing : Protocol itu sendiri, digunakan antara router untuk maintenance routing table
Penggunaan Router :
1. LAN - LAN Connectivity :
Contohnya : a. LAN pada Lab A connect dengan LAN Lab B
b.LAN pada kota surabaya connect dengan LAN Banjarmasin
2. LAN - WAN Connectivity :
Contohnya : LAN STIKOM connect Internet
3. Remote Access :
a. Host Remote Access : Hanya ada 1 host yang di remote
b. Remote Access Area : Hanya ada 1 Network.
Encapsulate dan De-Encapsulate Router
Encapsulate berfungsi untuk menambahkan header sebelum diberikan ke layer berikutnya. Diawali dari layer paling atas. Dibawah ini gambar proses Encapsulate dan De-Encapsulate :
Tujuan Routing :
1. Optimality
Memilih router terbaik berdasarkan metric dan bobot metric yang di kalkulasi
2. Simplycity and Low Overhead
Mengefisienkan routing, dengan cara atau overhead yang minimun tapi mencakup semua fungsi.
3. Robustness and Stability
Mengoreksi pertama, bisa mengatasi problem tanpa menggagu proses yang lain
4. Raped Convergence
Cepat untuk menentukan dan mengoptimalkan router.
5. Flexibility
Cepat dan akurat dalam beradaptasi dalam perubahan pada router, jika ada perubahan maka akan cepat mengikuti perubahan .
Routing Metrics :
1. Path Length : Panjang Jalur
2. Reliability : Mampu menangani gangbiguan bit error rate setiap rate network link
3. Delay : Terjadi karena bandwitch, antrian. Bandwitch : Lebar jalur dari 200-20 .
4. Communication Cost : Perubahan private ke public
5. Bandwitch and Load .
Routed Versus Routing Protocol
- Routed : Network Protocol, digunakan antar router ke user
- Routing : Protocol itu sendiri, digunakan antara router untuk maintenance routing table
Tidak ada komentar:
Posting Komentar